Minggu, 21 Juni 2015

Memori Otot Drummer

-Muscle Memory-

Bukan hanya otak yang memiliki memory, tetapi juga otot. Sama seperti menghafal suatu materi, gerakan berulang yang sering dilakukan akan terekam oleh otot dan menjadi kebiasaan. Apapun gerakannya dan seberapa banyak gerakannya.

Berapa GB kah jumlah memory pada otot? Ya sudah pasti gak bisa dimeasure dgn hitungan Byte. Yang pasti slight atau bahkan big movement yang kita lakukan sekarang ini adalah buah hasil rekaman otot. Seperti cara jalan, gaya penulisan, gaya tanda tangan, cara kerja bahkan hingga lafal pembicaraan (muscle memory lidah, mulut & bibir)

Muscle memory bagi musisi? Musisi justru pengguna "jasa" muscle memory paling banyak. Apalagi drummer yang di mana gerakannya lebih menyeluruh keseluruh bagian limbs, joint dan jari.

Apa arti muscle memory bagi musisi? Sudah jelas, tanpa melakukan gerakan yang berulang (let's say) LATIHAN, maka adalah tidak mungkin untuk bisa menguasai suatu materi, pola dan kecepatan dengan baik. Digerakan aja jarang, bagaimana otot bisa merekamnya?

Gerakan berulang alias LATIHAN adalah proses rekaman otot pada suatu gerakan atau kombinasi gerakan. Dan 'proses rekaman' itu butuh waktu, butuh ketelatenan, butuh kegigihan, butuh semangat/passion.

Sayangnya banyak orang yg ingin cepat bisa tapi instant. Waw, gimana cara? Yang katanya yg instant cuma Mie Instant aja gak sepenuhnya benar. Mie Instant aja butuh skill utk memasak, timing memasak, jumlah air dll. Perlu modal panci dan kompor pula. Jadi apa yang instant? Gak ada. Apalagi yang namanya latihan, gak mungkin instant. Selain tidak instant, butuh effort lainnya seperti biaya dan alat.

Nah, latihan rutin aja tidak cukup. Bahkan latihan yang salah bisa jadi berbahaya dan berpotensi ngawur. Kenapa bahaya dan atau ngawur? Karena bila diri sendiri aja tidak tahu apa yang dilatih itu benar atau tidak, apalagi otot?

Let's say Anda melatih pola paradiddle hingga bertahun2, tetapi... ternyata gerakannya salah. Suaranya lucu dan berantakan. Nah, kejadian seperti ini yang akan sulit dibenahi. Bukan berarti tidak bisa, semua pasti bisa asalkan pola pikir direset ulang agar lebih terbuka dan siap menerima pencerahan  baru.

Bagaimana muscle memory terbentuk? Ini step by step prosesnya:

1. Musisi menerima suatu materi.

2. Materi dimengerti oleh otak.

3. Otak merubah sinyal neuron menjadi gerakan.

4. Sinyal neuron terus-menerus "menuntun" otot untuk bergerak.

5. Ketika otot sudah terbiasa, otak hanya memberikan sinyal besar sekali kepada otot untuk membuat menghasilkan gerakan kemudian dijaga oleh sinyal neuron halus.

6. Ketika suatu limbs sudah terbiasa dan tidak perlu control sepenuhnya dari signal neuron, maka signal neuron bisa didistribusikan kepada bagian tubuh lain sembari menjaga asupan sinyal neuron halus ke bagian tubuh tadi. Dan bahkan bisa dilakukan seterusnya kepada tiap bagian tubuh lainnya.

Nah, seperti ini juga yang biasa para Drummer Ostinato lakukan. Satu-persatu melatih bagian tubuh, kemudian mengontrolnya semua secara bersamaan.

Lama kelamaan Anda bisa melakukan semua gerakan yang super kompleks sambil mengobrol.

So jelas sekarang? Jangan harap bisa tanpa proses rekaman otot alias LATIHAN.

Dan pastikan apa yang Anda latih adalah benar atau Anda akan bermain salah selamanya.

-DennyAJD

(Disadur dari Jurnal Ilmiah "Memory Otot Musisi" oleh Denny AJD"

Sabtu, 20 Juni 2015

Jenuh Main Drum!

-Jenuh main drum-

Pernah ngalamain ketika main drum gak mood banget sampai2 skill yang sudah dikuasai seakan hilang dikenyot orang? Dan berlangsung lama? Yap, itu yg namanya jenuh.

Sesuatu yang kita sukai kalau dilakukan berulang2 pasti akhirnya ya capek juga.

Ibarat suka Pizza dan makan pizza tiap hari, 7 hari 7 malam. Ya mual juga... sama di musik.

Cara ngatasinya gimana? Simple, seperti orang2 lakukan kalau lelah. Istirahatlah... jangan jenguk studio, jangan jenguk drum, jangan dengerin drum dll selama (up to) 1 minggu.

Apa yg terjadi setelah 1 minggu? Apakah skill jadi hilang? Tidakk... thx to Muscle Memory yang sudah terbentuk. (Kalau latihan Anda benar)

Justru tumbuh semangat baru, tenaga baru, ide baru. Karena apa? Karena rasa kangen terhadap alat musik itu sendiri.

Banyak kok drummer2 pro yang melakukan hal ini. Lars Ulrich bahkan bisa stay away dari drums hingga berbulan2. Dan baru menyentuh drums lagi ketika hendak rekaman atau tour.

Nah kalau jenuhnya sudah parah banget gimana? Bahkan rasanya udah mau quit drumming segala. Mudah...

Cari2 lagi majalah2 drum, foto2 drummer yang menjadi Drum Hero Anda di awal, yang menginspirasi Anda untuk bermain drum.

Gain your inspiration back.

InsyaAllah rasa jenuh bisa ditangani. :)

@DennyAJD

Kamis, 11 Juni 2015

Review Singkat Pedal Yamaha DFP9500C

Review singkat pedal Yamaha seri DFP9500C (Chain & Nylon).

Keterangan singkat:

Pedal DFP9500 yang saya pilih adalah seri C. Ada seri D (Direct Drive) dan CL (Chain, Left. Utk pengguna kidal total)

Impresi awal:

Senang! (Pasti lah senang) Apalagi pedal ini adalah pemberian dari Yamaha selaku saya sebagai Endorsee.

Kardus ketika dibuka langsung nampak Softcasenya. Softcase simple namun elegan, mirip koper mini. Di dalamnya ada beberapa kantung untuk menyimpan:

-Connector
-Kunci drum
-Beater
-Nylon strap (pengganti rantai)

Pedal nampak berkilau, sampai saya merasa bersalah utk menginjaknya dengan telapak kaki.

Ketika kedua pedal saya pasang, komplit dengan konektor dan beater, saya cukup kaget ketika mengangkatnya. Pedal ini SANGAT ringan. Nice! Ini yg player butuhkan utk transport kemana2. Kalau dibandingkan dengan pedal Yamaha sebelumnya, Flying Dragon. Pedal ini hanya berkisar 60% dari pedal tsb.

Performa

Pedal saya pasang di kick pad Yamaha DTX. Pemasangan juga sangat simple karena ringannya kedua pedal.

Dengan factory setting saya coba mainkan pedal tsb dengan panjang beater pada posisi 90%. (Posisi 50% adalah posisi dimana batang beater dijepit pada bagian tengahnya, dan rata2 orang pasang pada 80-85%)

Yap, action pedal sangat, sangat mulusss. Menginjak dengan telanjang kaki juga nyaman karena permukaan pedal mulusss.

Rebound yang didapat sangat konsisten dan terkontrol. Yang pasti pedal ini yang mengikuti gerak kaki kita, bukan kita yang mengikuti sifat pedalnya.

Mainkan 1/16 no problem, sixtuplet aman, 1/32 juga oke.

Sifat pedal kanan dan kiri saya bilang sangat serupa. Tidak seperti pedal lain di mana pedal kiri terasa berat.

Pedal ini surprisingly sangat balance! Puas!

Overall:

Looks = 5/5 (keren sangat, futuristik)
Action = 5/5 (smooth)
Weight = 5/5 (sangat ringan)
Price = 3/5 (maklum, rupiah lagi keok)

Recomended?

YES!!!

@DennyAJD
Yamaha Drums, Institut Musik Indonesia, Yamaha Master Course Akademia.

Berminat? Contact Dealer Yamaha di Kota Anda. Utk harga saya tidam tahu. :)